Adasemuanya’s Blog

Just another WordPress.com weblog

  • Team of Kedai-Muslim.Com

  • Customer Service

Ponari (Sweat) Mengguncang Aqidah Umat :: www.thaybah.or.id

Akhir –akhir ini kita dihebohkan dengan sosok Ponary , bocah kecil dengan batu ajaib miliknya dipercaya memiliki kekuatan supranatural yang manpu mengobati penyakit. Berduyun-duyun manusia mendatanginya untuk mencari kesembuhan tak kurang jumlahnya mencapai puluhan ribu, bahkan diberitakan ada yang sampai meninggal karena berdesakan.

Berbagai macam polemik pun muncul, umat Islam di Indonesia yang mana sebagian besar masih awam akhirnya menjadi bingung mendengar berita yang simpang siur dan melihat adanya pro dan kontra pendapat . Sebagai seorang muslim kita tentunya harus melihat semua permasalahan yang ada dengan kacamata syariat, sesuai dengan Al Qur’an dan As Sunnah dengan pemahaman para salafushalih.

Hukum Berobat

Sebagaimana disampaikan Syaikh Abdul Aziz Bin Abdullah bin Baz dalam pembukaan risalah beliau tentang Hukum Sihir dan Perdukunan,” Melihat banyaknya para peramal pada akhir-akhir ini yang mengaku sebagai thabib dan mengobati dengan sihir atau perdukunan. Melihat semakin maraknya mereka diberbagai daerah menjadiakan orang awam sasaran praktik mereka. Maka saya ingin menyampaikan nasehat bahwa betapa besarnya perbuatan itu, bagi Islam dan umatnya, karana adanya ketergantungan selain pada Allah dan karena bertentangan dengan syari’at Allah dan RosulNya.

Oleh karena itu, saya katakan berdasarkan kesepakatan para ulama’ bahwa berobat itu diperbolehkan. Maka hendaknya seorang muslim pergi ke seorang dokter ahli, baik dibidang penyakit dalam, pembedahan, syaraf, atau lainnya untuk diperiksa apa penyakitnya dan diobati dengan obat yang sesuai, yang diperbolehkan oleh syara’, karena hal itu merupakan ikhtiyar manusia yang tidak bertentangan dengan tawakalnya kepada Allah. Karena setiap Allah menurunkan penyakit , pasti Allah menurunkan obatnya, baik yang sudah diketahui maupun belum.

Hanya saja Allah tidak menjadikan barang yang haram sebagai obat untuk hamba-hambaNya. Dengan demikian tidak dibenarkan bagi orang yang sakit mendatangi para dukun yang mengaku dirinya mengetahui hal-hal yang ghaib, dan tidak dibenarkanpula mempercayai apa yang dikatakannya. Karena yang meraka katakan tentang hal-hal ghaib itu hanya perkiraan saja atau hasil kerja sama dengan Jin untuk memberikan sesuatu yang mereka inginkan dan sebab pengakuan itu mereka masuk dalam kakafiran dan kesesatan.

Sebagaimana Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam dalam hadist yang diriwayatkan Imam Muslim bahwa beliau bersabda, “Barangsiapa mendatangi peramal lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima shalatnya selama 40 hari.” (HR. Muslim dalam Shahihnya).

Dan telah shahih dari beliau Shalallaahu alaihi wasalam, “Barangsiapa mendatangi peramal atau dukun lalu mempercayai apa yang dikatakannya, maka ia telah kafir kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad.” . Hadits-hadits yang semakna dengan ini cukup banyak. Oleh karena itu seorang muslim tidak boleh percaya pada apa yang mereka anggap sebagai suatu pengobatan seperti menulis azimat, menuangkan timah dan selainnya ( sebagaimana dalam kasus ponari ini mencelupkan batu ke dalam air), sebab itu merupakan bentuk perdukunan dan penipuan terhadap manusia. Maka barangsiapa rela dan menerima praktek-praktek seperti itu sesungguhnya ia telah menolong mereka dalam perbuatan kuffur dan batil. Sebagaimana hukum sihir telah jelas dalam surat al Baqarah:102.

Yang Perlu Diperhatikan Saat Berobat

Setiap penyakit pasti ada obatnya, sebagaimana sabda Rosulullah,”Allah tidaklah menurunkan penyakit kecuali Allah menurunkan obatnya .”(HR Bukhari no.5678)

Seorang muslim jika ditimpa penyakit ia wajib berikhtiar mencari obatnya secara maksimal. Dalam usaha mengobati penyakit yang dideritanya maka wajib memperhatikan tiga hal.

Pertama. Bahwa obat dan dokter hanya sarana kesembuhan, adapun yang benar-benar menyembuhkan adalah Allah .Sebagaimana Allah Berfirman mengisahkan Nabi Ibrahim,” dan apabila aku sakit maka Ia yang menyembuhkanku” (QS Asy Syu’ara’ :80).

Kedua.Dalam berikhtiar atau berusah mencari kesembuhan itu tidak boleh memekai sesuatu yang haram atau dilakukan dengan cara-cara yang haram atau bahkan syirik. Yang haram seperti memakai obat yang terlarang atau barang-barang yang haram, karena Allah tidak menjadikan penyembuhan dari barang yang haram. Rosulullah bersabda ,” Sesungguhnya Allah tidak menjadikan kesembuhan (dari penyakit ) kalian pada apa-apa yang haram.”(HR Ad Daulabi, dihasankan Syaikh Al Albani). Tidak boleh pula dilakukan dengan hal-hal yang syirik, seperti: pengobatan alternatif dengan mendatangi dukun, tukang sihir, paranormal, orang pintar, menggunakan jin, pengobatan jarak jauh dan sebagainya yang tidak sesuai dengan syari’at.

Ketiga. Pengobatan dengan apa yang diajarkan Nabi, seperti ruqyah, yaitu membacakan ayat-ayat al Qur’an dan do’a-do’a yang shahih, begitu juga dengan madu, habatus sauda’ , air zam-zam , bekam, dan lainnya. Tidak diragukan lagi bahwa penyembuhan dengan Al Qur’an dan apa yang diajarkan Nabi berupa ruqyah, merupakan penyembuhan yang bermanfaat dan sekaligur penawar yang sempurna. Allah Berfirman,” Katakanlah : al Qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang –orang yang beriman.”(QS Fushshilat : 44).

Bersambung . . .

Abu Zakariya Sutrisno

Muroja’ah : Ustad M. Nur Yasin

Maraji :

1. Al Qur’anul Karim

2. Risalah Hukum Sihir dan Perdukunan oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

3. Majalah Al Furqon ed.06/thn.IX , Rubik Ruqyah oleh Ust. Yazid bin Abdul Qodir Jawwas.


Ruqyah Vs Jampi-Jampi

Kadang orang awam dibuat bingung dengan istilah “pengobatan alternatif”, seringkali mereka tidak dapat membedakan pengobatan dengan ruqyah syar’iyah dan pengobatan dengan Jampi-jampi ala dukun. Para ulama sepakat membolehkan ruqyah dengan tiga syarat, yaitu: Pertama. Ruqyah itu menggunakan Firman Allah, atau Asma’ dan SifatNya atau sesuai sabda Rosulullah. Kedua. Ruqyah diucapkan dengan Bahasa Arab, diucapkan dengan jelas, dan dapat difahami maknanya. Ketiga. Harus diyakini bahwa yang memberikan pengaruh bukan dzat ruqyah itu sendiri , melainkan yang memberikan pengaruh adalah Kekuasaan Allah, sedang ruqyah tersebut hanya salah satu penyebabnya.

Dalam ruqyah perlu diperhatikan bahwa keadaan pasien dan orang yang meruqyah sangat menentukan keberhasilan pengobatan, ketaqwaanya, kefahamannya terhadap agama dan kekuatan tauhid yang ia miliki. Ibnu Tiin berkata,”Ruqyah menggunakan beberapa kalimat ta’awudz dan lainnya dari nama-ama Allah adalah pengobatan rohani. Jika dilakukan lisan orang yang baik maka dengan izin Allah kesembuhan akan terwujud.”

Adapun jampi-jampi biasanya menggunakan lafadz-lafadz yang tidak jelas, walaupun kadang juga dicampuri bacaan-bacaan dalam bahasa arab atau ayat al Qur’an .Yang perlu diperhatikan seringkali kita lihat orang yang disebut para normal, dukun dan selainnya tidak menunjukkan ketaqwaan pada dirinya, hatinya kosong dari tauhid, atau orang bahkan orang-oarang yang tidak diketahui keilmuannya dan kefahamannya dalam agama. Yang penting dia memiliki sesuatu yang menakjubkan di mata manusia, yang dikenal dari mulut ke mulut yang tidak dapat dipercaya ke-absahannya , yang mana kebanyakan hanya tipu daya syetan untuk menjerumuskan manusia. na’udubillahi min dzalik. Dan silahkan pembaca sendiri yang menilai sosok yang dikenal dengan bocah sakti yang disebut ponari tersebut.

Hukum mengkhususkan diri menjadi Pengruqyah

Mengkhususkan diri menjadi pengruqyah dan menjadikannya menjadi pekerjaan tetap (profesi) sehingga menjadikan dirinya terkenal dapat mendatangkan kemudharatan baik bagi peruqyah tersebut maupun orang-orang yang datang untuk diruqyah . Dengan banyaknya pengunjung yang berobat dapat menimbulkan kesalahfahaman dikalangan awam, mereka menyangka peruqyah tadi memiliki kekhususan yang tidak dimiliki peruqyah lain. Sehingga dengan demikian pentingnya peruqyah tadi melebihi pentingnya bacaan ruqyah yaitu kalam Allah, yang akhirnya orang awam tidak melihat lagi bacaan yang dibaca oleh peruqyah, namun hanya melihat pada peruqyah itu saja! Dan andaikata dalam masalah ruqyah saja demikian APALAGI mengkhususkan diri menjadi orang pintar, paranormal, atau bocah sakti dan lainnya!!

Kembalilah ke Jalan Tauhid

Inti dakwah para rosul semuanya sebagaimana FirmanNya ,” Dan Sesungguhnya Kami telah mengutus Rosul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan),’Sembahlah Allah (saja) dan jauhillah thaghut itu…”( An Nahl:36). Rosulullah pun sepanjang perjuangan dakwahnya yang paling ditekankan adalah masalah tauhid, dan bahkan selama 13 Tahun awal dakwah beliau tertumpu pada masalah ini yakni menyebarkan tauhid dan memperingatkan dari kesyirikan . Karena pentingnya masalah ini maka wajib bagi setiap muslim untuk senantiasa mempelajari masalah tauhid, merelisasikannya dalam kehidupannya dan bagi siapa yang diberi kemampuan hendaklah mendakwahkannya dan memperingatkan umat dari berbagai macam bentuk kesyirikan yang bermunculan disekitar kita.

Allahu a’lam bi showab, wa shollallahu wasalam ‘ala nabiyyina muhammad.

Abu Zakariya Sutrisno

Muroja’ah : Ustad M. Nur Yasin

Maraji :

1. Al Qur’anul Karim

2. Risalah Hukum Sihir dan Perdukunan oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

3. Majalah Al Furqon ed.06/thn.IX , Rubik Ruqyah oleh Ust. Yazid bin Abdul Qodir Jawwas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: