Adasemuanya’s Blog

Just another WordPress.com weblog

  • Team of Kedai-Muslim.Com

  • Customer Service

thibbun_obat_nabawi

Posted by adasemuanya pada Januari 30, 2009

Saat ini kita sering mendengar istilah thibbun nabawi dan mungkin hal itu sudah tidak asing lagi di telinga kita. Tapi sangat disayangkan jika mereka yang mengatakan telah mempraktikkan thibbun nabawi menggunakan alat-alat dan bahan-bahan yang bukan berasal dari ajaran islam. Demikian juga, ada yang memakai bahan-bahan dan metode thibbun nabawi, namun sebenarnya mereka telah keluar dari thibbun nabawi karena tidak sesuai lagi dengan tujuan dan kaedah-kaedah thibbun nabawi. Ada juga yang melakukan thibbun nabawi, tetapi pelaku pengobatannya bukan orang islam, misalnya yang dilakukan orang-orang di China, Korea, Jepang dan lain-lain. Orang-orang non muslimpun sekarang banyak yang mengamalkan bekam dan herbal. Sementara sekelompok kaum muslimin lainnya yang selama ini melakukan pengobatan modern, dianggap oleh sekelompok muslimin lainnya, bukan sebagai thibbun nabawi. Jadi, apa sebenarnya thibbun nabawi itu?

Sebenarnya istilah thibbun nabawi dimunculkan oleh para dokter muslim sekitar abad ke-13 M untuk memudahkan klasifikasi ilmu kedokteran. Istilah itu diambil dari kitab karya Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah (691-751 H./1282-1372 H.) yang berjudul Zaadul Ma’aad. Ibnul Qoyyim mengelompokkan hadist-hadist Nabi dan perilaku Nabi sehari-hari yang berhubungan dengan kesehatan dalam bab thibbun nabawi. Inilah yang kemudian menjadi dasar bagi generasi setelah Ibnul Qoyyim untuk menyebut ilmu kedokteran yang diterangkan dalam buku itu dengan thibbun nabawi.

Secara lengkap kita dapat memahami thibbun nabawi dengan mengetahui beberapa hal di bawah ini:

  1. Thibbun nabawi adalah pengobatan yang memakai alat, bahan-bahan, metode dan cara kerja seperti pada zaman Nabi Muhammad.
  2. Thibbun nabawi adalah pengobatan yang diamalkan atau ditetapkan para nabi, sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in dan para pengikutnya.
  3. Thibbun nabawi adalah pengobatan yang menjaga akal, nasab, jiwa, jasad dan kehormatan manusia.
  4. Thibbun nabawi adalah pengobatan yang tidak bercampur dengan sesuatu yang haram, syirik, khurofat ataupun bid’ah.
  5. Thibbun nabawi adalah pengobatan yang menjadikan Allah sebagai penyembuh yang tidak mengurangi ketawakalan.

Inti dari thibbun nabawi adalah tawakal dan menyandarkan semua kesembuhan kepada Allah. Pengobatan apapun yang dilakukan haruslah disertai dengan tawakal, sehingga Nabi tidak melarang orang yang meninggalkan berobat karena takut mengurangi ketawakalannya. Berobat dengan cara apapun yang menjauhkan manusia dari ketawakalan pada Allah, berarti dia telah keluar dari thibun nabawi.

Thibbun nabawi secara umum di bagi menjadi dua yaitu:

1.  Pengobatan yang tidak melukai tubuh (non invasif), terdiri dari:

a.  Pengobatan ilahiyah (tidak memakai benda atau materi) misalnya pengobatan dengan ruqyah syar’iyyah yang merupakan doa-doa yang diambil dari ayat Al-Qur’an sehingga ruqyah yang tidak diambil dari syariat islam berarti sudah keluar dari thibbun nabawi. Dzikir dan doa yang diambil dari ayat Al-Qur’an dan hadist Nabi Muhammad. Mengamalkan pola hidup sehari-hari berdasarkan contoh dari Rosulullah, misalnya cara makan minum, diet ala nabi, cara tidur dan bangun, thoharoh, mandi, buang air, cara berpakaian, dan perilaku sehat beliau sehari-hari lainnya.

b.  Pengobatan thobi’iyah (memakai benda-benda alam baik benda padat maupun cair, berbahan hewan, tumbuhan ataupun material alam lainnya). Diantaranya adalah pemakaian bahan makanan yang bermanfaat dan berkhasiat, dimana ada lebih dari 70 makanan dan buah-buahan yang berkhasiat yang direkomendasikan oleh nabi, tidak hanya habbatussauda’, zaitun dan madu saja. Namun juga yang lainnya seperti: air zam-zam, terapi air (air hujan, air dari mata air), buah anggur, bawang, beras, biji sawi, air es, delima, kurma, semangka, buah tin dan lain sebagainya. Metode pengobatan semacam ini sekarang sering dikenal dengan terapi herbal. Metode lain yang menggunakan material alam baik dari jenis tumbuh-tumbuhan maupun emas, perak, batu-batuan, uap air, penggunaan bau-bauan (aroma terapi), pemijatan dan lain sebagainya juga merupakan dari thibbun nabawi.

2.  Metode pengobatan invasif adalah pengobatan yang memakai alat yang melukai tubuh, atau memasukkan sesuatu ke tubuh tetapi tidak melalui kerongkongan. Yang termasuk pengobatan jenis ini adalah:

a. Siyasur yang dikenal dengan operasi pembedahan.

b. Hijamah atau bekam yang merupakan terapi pengeluaran darah melalui penghisapan kulit.

c. Kay yaitu membakar kulit dengan sepotong besi atau sejenisnya yang dipanaskan, kay pernah dilakukan di zaman Nabi yakni Sa’ad bin Ubaidah dan Ubay bin Ka’ab yang di kay oleh dokter atas izin Nabi.

d. Lasah merupakan ilmu ortopedi, yang merupakan teknik pembetulan tulang seperti pemakaian gips, penyangga kaki dan tangan, pemakaian spalk dan lainnya. Pada zaman nabi dipakai untuk orang-orang yang patah tulangnya karena berperang.

e.  Sedangkan tadlik adalah pengobatan yang menggunakan infusion, injection, insyaq, inhalation, nuqoah, dan lain sebagainya.

f.  Pengobatan penghilang sakit atau obat bius juga sudah ada sejak zaman dulu yang disebut dengan terapi tuftah.

Dengan demikian, ternyata jelas bahwa thibbun nabawi merupakan suatu pengobatan yang holistik, terpadu dan tidak berdiri sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: